Kata Papua

Ditengah Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tidak Naik - Kata Papua

Ditengah Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tidak Naik

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ditengah Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tidak Naik

Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif akibat ketidakpastian geopolitik global. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat dari dampak gejolak energi internasional.

 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus mencermati perkembangan inflasi dalam negeri yang dipengaruhi pergerakan harga komoditas global serta dinamika nilai tukar rupiah.

 

“Pemerintah menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi sepanjang tahun 2026 guna meredam tekanan biaya transportasi dan distribusi di tengah fluktuasi harga minyak dunia,” ujar Haryo.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Mei 2026 mencapai 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kelompok transportasi tercatat menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi dengan kenaikan 0,61 persen, seiring mulai terasa dampak kenaikan harga energi global terhadap perekonomian domestik.

 

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga mempercepat penyaluran berbagai program perlindungan sosial. Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 18,8 juta keluarga terus dipacu. Selain itu, bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng juga disalurkan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

 

Haryo menambahkan pemerintah turut memperkuat stabilitas pasokan pangan melalui percepatan distribusi beras SPHP, operasi pasar, optimalisasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta kerja sama antar daerah untuk menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis.

 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM bersubsidi masih aman dan tidak akan mengalami penyesuaian hingga akhir tahun 2026.

 

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80–81 dolar AS dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai 100 dolar AS,” kata Bahlil.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan harga minyak mentah Indonesia masih berada dalam batas yang aman.

 

Dengan dukungan stok energi nasional yang memadai dan ruang fiskal yang tetap terjaga, pemerintah optimistis dapat mempertahankan harga BBM bersubsidi sehingga masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga minyak dunia.***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.