Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ganjar Pranowo Berkomitmen Kuat Lanjutkan Mimpi Besar Bung Karno - Kata Papua

Ganjar Pranowo Berkomitmen Kuat Lanjutkan Mimpi Besar Bung Karno

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Dyah Ikshana

Ganjar Pranowo memiliki komitmen yang sangat kuat untuk bisa melanjutkan seluruh mimpi besar yang dimiliki oleh Bung Karno, yakni agar bisa menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang hebat di mata dunia dan bisa menjadi negara maju serta terus menjaga persatuan di tengah segala perbedaan yang ada.
Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia (RI) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ganjar Pranowo turut hadir dalam acara puncak peringatan Haul Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2023 lalu.

Dalam pidato yang dia sampaikan di hadapan ratusan ribu kader PDI Perjuangan lainnya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tersebut mengaku bahwa dirinya sangat banyak mempelajari mengenai bagaimana pemikiran dari proklamator kemerdekaan, yang juga sekaligus menjadi presiden pertama di Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Terdapat sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari Bung Karno, yakni mengenai dedication of life, yang kemudian juga banyak sekali menginspirasi para tokoh pemimpin dunia di seluruh negara, termasuk hal itu juga mampu menginspirasi Ganjar Pranowo dalam seluruh tindak perilaku kepemimpinannya selama ini.

Diketahui bahwa memang dalam ajaran dedication of life tersebut, mampu mengajarkan kepada siapapun sosok pemimpin agar bisa benar-benar mengabdi secara tulus dan memberikan segala sesuatu yang dimiliki hanya demi kepentingan bangsa dan negara saja, bukan justru mengabdi kepada perorangan ataupun kelompok semata.

Sehingga, apapun yang dilakukan, termasuk berbagai macam kebijakan yang dilahirkan oleh pemimpin tersebut, apabila mengikuti ajaran dari Ir Soekarno ini, maka tentunya akan membawa banyak sekali dampak bagi seluruh masyarakat di Indonesia tanpa terkecuali, yang mana bukan justru sekedar menjadi sebuah kebijakan yang malah condong kepada kelompok tertentu saja.

Bukan hanya itu, namun presiden pertama Republik Indonesia itu juga memiliki banyak sekali cita-cita besar yang sangat dirinya impikan di Tanah Air, termasuk agar bisa terus mengangkat harkat dan martabat bangsa dan juga semakin mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tentunya, dengan segala mimpi dan cita-cita yang dimiliki oleh pendiri bangsa tersebut, sudah selayaknya dan memang harus terus berupaya diwujudkan dan dilanjutkan oleh para generasi masa kini dan juga generasi mendatang dari bangsa Indonesia.
Sebagai salah satu wujud nyata dari keberhasilan pengkaderan PDI Perjuangan, terbukti bahwa partai berlogo banteng dengan moncong putih tersebut mampu untuk melahirkan banyak pemimpin yang sudah sangat sejalan atau segaris dengan seluruh pemikiran yang dimiliki oleh Bung Karno.
Salah satunya, adalah ada pada diri Presiden ketujuh RI, yakni Bapak Joko Widodo (Jokowi) yang sampai saat ini masih berusaha untuk terus mampu mewujudkan seluruh mimpi hingga cita-cita yang dimiliki oleh pendiri bangsa. Seluruh program kerja yang ia miliki terbukti sangatlah hebat dan mampu terus memajukan bangsa.
Beberapa diantaranya adalah mengenai program pembangunan infrastruktur yang memang terkenal sangatlah masif apabila dibandingkan dengan presiden lain yang pernah menjabat di Tanah Air. Bukan hanya itu, namun ada pula perencanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berada di Kalimantan.
Adanya pembangunan IKN Nusantara tersebut tidak hanya sekedar merupakan upaya untuk memindahkan tempat saja dan memindah ibu kota semata, namun jauh daripada itu. Yakni, adanya pembangunan IKN yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi sebenarnya merupakan sebuah upaya untuk mengubah mindset atau cara berpikir masyarakat di Indonesia agar bisa menjadi dan terus bersiap sebagai negara maju kelak.
Gerakan lain yang terbukti sangat berhasil dilakukan oleh Kepala Negara adalah dengan adanya hilirisasi industri yang pada akhirnya seluruh upaya tersebut bahkan membuat dunia pun telah mengakuinya dan mendapatkan apresiasi tinggi dari negara-negara di dunia.
Maka dari itu, dengan seluruh mimpi besar hingga cita-cita yang dimiliki oleh Bung Karno tersebut, yang mana sampai saat ini seluruh inisiatif juga telah berusaha diwujudkan oleh Presiden Jokowi, maka hendaknya semuanya bisa terus dipertahankan bahkan mampu untuk dilanjutkan.
Hal tersebut kemudian membuat Ganjar Pranowo sendiri kemudian memiliki komitmen sangat kuat untuk bisa meneruskan seluruh apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi dan juga para presiden sebelumnya, termasuk semua gagasan, mimpi hingga cita-cita yang dimiliki oleh Ir. Soekarno.
Seluruh relawan dari pemimpin yang identik dengan rambut putihnya itu pun, termasuk juga 2 (dua) politisi senior PDI Perjuangan, Sidarto Danusubroto dan FX Hadi Rdyatmo juga yakin dan menegaskan bahwa mereka sangat percaya kalau sosok Ganjar Pranowo memiliki integritas yang tinggi dan memang memiliki komitmen kuat untuk terus memajukan bangsa. Bahkan dirinya sangat siap dengan akselerasi kelanjutan pembangunan yang sebelumnya sudah digagas dengan sangat baik oleh pemerintah di era Presiden Jokowi, yang mana semuanya sudah segaris dengan cita-cita dan mimpi Bung Karno.
Mimpi besar yang dimiliki oleh Ir. Soekarno adalah agar bangsa ini bisa terus maju dan menjadi negara yang hebat di mata dunia, serta terus mampu untuk menjaga persatuan antar perbedaan yang ada. Semuanya kini sudah berhasil dilanjutkan oleh Presiden Jokowi, yang mana nantinya dengan komitmen yang sangat kuat pula, Ganjar Pranowo akan melanjutkan itu semua dalam kepemimpinannya mendatang.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa Institute

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah. Peluang tersebut didukung sejumlah proyek investasi. Pada 2026, sebanyak 19 proyek hilirisasi yang diinisiasi Danantara telah memasuki tahap peletakan batu pertama. Enam proyek tahap awal, dengan nilai sekitar US$7 miliar, mulai dibangun pada Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek tahap kedua dengan perkiraan investasi Rp116 triliun menyusul pada akhir April 2026. Investasi swasta turut didorong, termasuk pengembangan industri berbasis nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park pada Oktober 2026. Penguatan industri nasional juga membutuhkan pemerataan manfaat ekonomi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi daerah dalam kegiatan berbasis sumber daya alam. Pemerintah mendorong kesempatan memperoleh izin pertambangan, legalisasi sumur minyak rakyat, prioritas bagi kontraktor lokal, dan penataan kuota produksi batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Selain akses usaha, kepastian regulasi menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan investor. Pemerintah mengintegrasikan sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan badan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Mekanisme fiktif positif memungkinkan persetujuan diterbitkan melalui kewenangan BKPM apabila instansi terkait tidak menyelesaikan proses dalam batas waktu yang ditetapkan. Koordinasi pengurusan izin tinggal terbatas bagi tenaga kerja asing juga diperkuat guna memberikan kepastian proses. Meski demikian, pertumbuhan hilirisasi tetap memerlukan pengawasan terhadap dampak lingkungan, efisiensi energi, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan tenaga kerja terampil. Pengembangan industri pengolahan perlu diiringi peningkatan kapasitas pemasok lokal, pendidikan vokasi, penelitian, serta transfer teknologi agar manfaat investasi tidak terkonsentrasi pada kegiatan produksi tertentu. Keterkaitan antara perusahaan besar dan pelaku usaha daerah juga perlu diperluas untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh. Dalam rangka persaingan global, diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah penting. Ketergantungan pada sedikit negara tujuan atau komoditas dapat meningkatkan kerentanan ketika harga berubah. Karena itu, strategi hilirisasi perlu memperhatikan permintaan pasar, sertifikasi produk, standar lingkungan, dan kemampuan inovasi. Dengan pendekatan tersebut, industri tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memperkuat daya tawar serta ketahanan menghadapi perubahan dunia. Dengan demikian, peningkatan kontribusi hilirisasi dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional. Proyeksi ekspor yang meningkat, bertambahnya proyek investasi, dan berkembangnya industri baterai memperlihatkan peluang Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok dunia. Agar peluang tersebut menghasilkan manfaat jangka panjang, pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan investasi berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan berkualitas, peningkatan kemampuan teknologi, keterlibatan UMKM, serta penerapan standar keberlanjutan. Keberhasilan hilirisasi pada akhirnya ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang dinikmati perekonomian dan masyarakat Indonesia secara luas. *) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.