Kata Papua

Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral - Kata Papua

Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kerja sama bilateral strategis dengan negara-negara mitra sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia. Dalam sejumlah pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin negara sahabat, Presiden Prabowo membahas secara menyeluruh berbagai sektor kerja sama prioritas yang mencakup pertahanan, ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan, dan konektivitas.

 

“Leaders’ Retreat kali ini menurut saya sangat produktif dan sangat sukses. Kami mengadakan pertemuan yang sangat produktif, empat mata, dan kami menghasilkan 19 hasil di banyak sektor kerja sama dalam retret tahun ini,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

 

Di bidang politik dan keamanan, kedua negara sepakat untuk mengimplementasikan sepenuhnya perjanjian kerja sama pertahanan serta mempercepat finalisasi teknis area pelatihan militer bersama. Selain itu, pembaruan nota kesepahaman antara Jaksa Agung kedua negara menjadi langkah penting dalam memperkuat mekanisme perjanjian ekstradisi.

 

Sektor ekonomi juga menjadi fokus utama kerja sama. Presiden menyampaikan apresiasi atas posisi Singapura sebagai salah satu investor utama di Indonesia.

 

“Terima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan kepada kami dan kami ingin terus memperkuat kolaborasi dan kemitraan ini,” ucap Presiden Prabowo.

 

Kemitraan antara Temasek dan Danantara dalam pengembangan energi terbarukan serta kawasan rendah karbon di Batam, Bintan, dan Karimun menjadi sorotan khusus. Selain itu, enam kelompok kerja ekonomi bilateral mencatat kemajuan, terutama di sektor kawasan ekonomi khusus, pertanian, pariwisata, tenaga kerja, dan transportasi.

 

Terkait ketahanan pangan, Presiden menyambut baik kerja sama dalam transfer teknologi pertanian modern, termasuk urban farming dan praktik pascapanen berkelanjutan. Di sektor kesehatan, ia mendorong partisipasi aktif Singapura dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional serta kerja sama penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di bidang perawatan lansia.

 

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan bahwa rangkaian kunjungan Presiden Prabowo merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia untuk merespons dinamika global.

 

“Presiden ingin memastikan bahwa kerja sama luar negeri Indonesia bersifat saling menguntungkan dan menjawab kepentingan nasional secara nyata,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa penguatan hubungan bilateral menjadi fondasi utama dalam mengembangkan posisi strategis Indonesia di kawasan dan dunia.

 

“Presiden hadir untuk membangun aliansi global yang kokoh, yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas jangka panjang,” katanya.

 

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menambahkan bahwa kunjungan luar negeri ini merupakan refleksi nyata dari kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menjadi mitra yang dipercaya di panggung internasional.

 

Dengan komitmen yang kuat, Indonesia terus memperluas jejaring kerja sama strategis yang produktif dan berdampak langsung bagi kemajuan nasional serta kesejahteraan rakyat.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.