Kata Papua

Negara Hadir Jaga Papua Tetap Aman, Kekejaman OPM Dinilai Ancaman Nyata Kemanusiaan - Kata Papua

Negara Hadir Jaga Papua Tetap Aman, Kekejaman OPM Dinilai Ancaman Nyata Kemanusiaan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Negara Hadir Jaga Papua Tetap Aman, Kekejaman OPM Dinilai Ancaman Nyata Kemanusiaan

Timika – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua terus dimaksimalkan di tengah dinamika yang ada. Kehadiran aparat TNI dan Polri di wilayah Papua dinilai berkontribusi terhadap terciptanya suasana yang lebih kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih tenang meski tantangan keamanan masih terus dihadapi.

 

 

 

 

Pendekatan yang humanis dan terintegrasi dengan tokoh masyarakat serta pemda menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan rasa aman dan keteraturan sosial. Pendekatan ini dinilai efektif membangun kepercayaan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

 

 

 

 

“TNI hadir di Papua sebagai penjaga kedamaian. Kami menekankan kepada setiap prajurit agar mengedepankan pendekatan humanis, menghormati adat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Perdamaian hanya dapat terwujud apabila kepercayaan antara TNI dan rakyat terus terjaga,” tegas Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.

 

 

 

 

Ia menambahkan, stabilitas keamanan di Papua merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

 

 

 

 

“Stabilitas keamanan di Papua tidak dapat terwujud secara sepihak, melainkan melalui sinergi kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas warga serta percepatan pembangunan di Papua,” ungkapnya.

 

 

 

 

Di tengah upaya tersebut, aparat keamanan menyoroti masih masifnya kekerasan yang dilakukan OPM. Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mencatat, sepanjang 2025 terdapat 94 orang meninggal dunia akibat aksi OPM dari 104 kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua.

 

 

 

 

“KKB [OPM] memang masih menjadi ancaman bagi keamanan di Tanah Papua hingga membuat warga menjadi ketakutan,” katanya.

 

 

 

 

Korban meninggal dunia tersebut terdiri atas sembilan anggota TNI, enam anggota Polri, 64 warga sipil, dan 15 anggota OPM. Selain itu, tercatat 120 orang luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut.

 

 

 

 

Kekejaman OPM yang menyasar aparat dan warga sipil dinilai sebagai ancaman serius terhadap kemanusiaan dan persatuan bangsa. Kapolda Papua menegaskan, penanganan OPM membutuhkan peran aktif seluruh elemen daerah.

 

 

 

 

“Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam mendukung pendekatan humanis yang dilakukan Polri, sehingga dengan tampilnya pemda, DPRD dan para tokoh diharapkan dapat menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif,” ujarnya.

 

 

 

 

Pemerintah bersama TNI-Polri menegaskan komitmen menjaga Papua tetap aman melalui langkah tegas, terukur, dan berlandaskan pendekatan humanis demi terwujudnya perdamaian berkelanjutan di wilayah Papua.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Sekolah Rakyat dan Keyakinan bahwa Setiap Anak Punya Potensi

Sekolah Rakyat dan Keyakinan bahwa Setiap Anak Punya Potensi Oleh : Andika Pratama Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk menghadirkan keadilan sosial sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun, selama bertahun-tahun masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas karena kondisi ekonomi keluarga. Situasi tersebut tidak hanya membatasi kesempatan belajar, tetapi juga sering kali memengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan mereka terhadap masa depan. Karena itu, kehadiran Program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya.         Gagasan besar Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar menghadirkan sekolah gratis bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dibangun di atas keyakinan bahwa setiap anak memiliki bakat, kemampuan, dan peluang untuk berhasil apabila mendapatkan lingkungan belajar yang tepat. Dengan demikian, fokus utama Sekolah Rakyat bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik agar mampu melihat dirinya sebagai individu yang bernilai dan memiliki masa depan yang cerah.         Pandangan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memberikan motivasi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Kabupaten Magelang. Ia menegaskan bahwa setiap siswa merupakan anak-anak yang berharga dan memiliki potensi yang akan dikembangkan melalui proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Pernyataan tersebut mengandung makna penting bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun karakter, optimisme, dan keberanian anak untuk bermimpi lebih tinggi daripada keterbatasan yang selama ini mereka alami.         Pesan tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat karena salah satu tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga rendahnya rasa percaya diri. Tidak sedikit anak yang tumbuh dengan anggapan bahwa kemiskinan merupakan batas yang sulit ditembus. Akibatnya, mereka merasa tidak pantas bersaing atau bercita-cita tinggi. Sekolah Rakyat hadir untuk mengubah cara pandang tersebut dengan menanamkan keyakinan bahwa keadaan ekonomi bukanlah penentu masa depan seseorang.         Lebih dari itu, Sekolah Rakyat mengembangkan pendekatan pendidikan yang memperhatikan karakteristik setiap peserta didik. Melalui pemetaan minat dan bakat atau talent mapping, tenaga pendidik dapat mengenali potensi masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal dan tepat sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui prestasi akademik semata, tetapi juga kemampuan menemukan kekuatan unik setiap individu untuk dikembangkan secara optimal.