Kata Papua

Otsus Membuat Papua Lebih Maju dari Papua Nugini - Kata Papua

Otsus Membuat Papua Lebih Maju dari Papua Nugini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Otsus Membuat Papua Lebih Maju dari Papua Nugini

Kehadiran program Otonomi Khusus (Otsus) di Papua telah mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Hal ini disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Biak Numfor di Jayapura Victor Dimara.

Ia menilai kehadiran Otsus, membuat Papua lebih maju ketimbang dengan negara tetangga, Papua Nugini (PNG).

“Kami mendukung Otsus Papua, yang sudah dirasakan manfaatnya di Tanah Papua. Kemajuan di Papua begitu pesat dibandingkan dengan saudara kita di PNG,” ujarnya, dikutip Minggu 21 November 2021.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.