Kata Papua

Para Akademisi Optimis KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo Bangkitkan Perekonomian Bangsa - Kata Papua

Para Akademisi Optimis KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Para Akademisi Optimis KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Bali — Para akademisi dari berbagai universitas sangat optimis bahwa pelaksanaan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo mampu turut membangkitkan perekonomian bangsa.

Dekan FH Universitas Mahasaraswati, Denpasar Bali, Dr Sukawati Lanang P Perbawa berharap semoga seluruh perhelatan KTT ASEAN 2023 bisa berjalan lancar.

Bukan hanya itu, dirinya juga optimis bahwa event internasional tersebut dapat meningkatkan UMKM masyarakat.

“Semoga KTT ASEAN 9-11 Mei di Labuan Bajo bisa berjalan lancar dan sekaligus UMKM bisa meningkat di Labuan Bajo dan sekitar termasuk di Indonesia,” katanya

Lebih lanjut, menurutnya tidak hanya UMKM yang akan turut meningkat, namun juga seluruh budaya di Indonesia akan turut semakin terkenal.

Dr Sukawati juga berharap semoga seluruh peserta dan delegasi dalam ASEAN Summit 2023 ini mampu mengikuti semua agenda persidangan dengan lancar serta memberikan kontribusi terbaik bagi anggota ASEAN.

“Termasuk juga budaya Nusantara bisa semakin maju dan terkenal, semoga juga semua peserta KTT ASEAN yang hadir di Labuan Bajo bisa menjalankan persidangan dengan baik dan lancar, serta memberikan kontribusi positif pada semua aspek di kawasan Asia Tenggara” harapnya.

Dr Sukawati kemudian turut memberikan apresiasi besar kepada seluruh pihak dan Presiden Jokowi karena telah bekerja keras dalam pelaksanaan Keketuaan Indonesia dalam KTT ASEAN ke-42 itu.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, dan terima kasih kepada Bapak Jokowi, Merah Putih tetap jaya, Indonesia tetap jaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Pakar Hubungan Internasional UGM, Randy Wirasta Nandyatama menyampaikan bahwa pertemuan antar kepala negara di negara-negara kawasan ASEAN tersebut menunjukkan perekonomian di Indonesia merata.

Pasalnya Indonesia sendiri telah banyak menjalin kerja sama strategis dalam upaya stabilisasi perekonomian nasional.

“Ketika Indonesia menjadi ketua, Indonesia membangun beberapa elemen penting terutama bermanfaat bagi stabilitas perekonomian dan banyak kerja sama beberapa sektor strategis,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LKKP), Vinsensius Awey berharap bahwa Keketuaan Indonesia dalam KTT ASEAN mampu mensejahterakan perekonomian masyarakat.

“Penyelenggaraan KTT ASEAN tahun ini diharapkan dapat memberikan dampak kesejahteraan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

*

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.