Kata Papua

Presiden Jokowi: Indonesia Perkuat Kapasitas dan Efektivitas Kelembagaan ASEAN Jawab Tantangan Masa Depan - Kata Papua

Presiden Jokowi: Indonesia Perkuat Kapasitas dan Efektivitas Kelembagaan ASEAN Jawab Tantangan Masa Depan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Presiden Jokowi: Indonesia Perkuat Kapasitas dan Efektivitas Kelembagaan ASEAN Jawab Tantangan Masa Depan

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan sebagai ketua ASEAN Indonesia akan perkuat kapasitas dan efektivitas kelembangaan ASEAN dalam menjawab tantangan 20 tahun kedepan.

ASEAN harus mampu menjawab tantangan yang ada di 20 tahun kedepan, Indonesia yang di percaya sebagai Ketua ASEAN harus dapat perkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN agar dapat berkontribusi dalam memberikan solusi di berbagai bidang sehingga ASEAN secara jelas terlihat peran strategisnya dalam menjadi jangkar perekonomian dunia, ujar Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

“Indonesia ditunjuk menjabat Keketuaan ASEAN 2023 maka Pemerintah Indonesia akan fokus memperkuat ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan”, jelas Presiden Joko Widodo.

Dikesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Sidharto R. Suryodipuro mengatakan ada sejumlah isu prioritas yang akan dibahas dalam KTT ASEAN 2023 seperti isu ketahanan pangan, stabilitas keuangan, ketahanan energi, juga isu kesehatan.

“Setelah pandemi, kita harus memastikan untuk bisa kembali bangkit di berbagai kegiatan pertumbuhan ekonomi. Termasuk pengembangan ekonomi digital,” jelas Sidharto.

Sidharto mengatakan bahwa tahun ini, ASEAN memiliki misi memastikan kawasannya tetap menjadi titik terang dalam perekonomian dunia. Tentunya, hal ini guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi ASEAN dapat berlangsung stabil. “Bahkan dari segi investasi dunia, ASEAN merupakan brightspot bagi berbagai negara,” tutur Sidharto.

Seperti diketahui bahwa penduduk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN mencapai 668,61 juta jiwa atau setara 8,34 persen dari total penduduk dunia saat ini yang mencapai 8,01 miliar (Laporan Worldometers, 31 Januari 2023).

Sebelumnya, IMF memproyeksikan Kawasan ASEAN akan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada 2022 dan 4,6 persen pada 2023. Angka tersebut menjadikannya ASEAN sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Hasil penilaian terhadap Indeks Kerja Sama dan Integrasi Kawasan Asia-Pasifik (ARCII), seperti dikutip dari pernyataan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto (6/2/2023) menunjukkan bahwa Kawasan itu mampu memanfaatkan momentum ketidakpastian di tengah pandemi sebagai titik balik untuk meningkatkan kapasitas digital dan meningkatkan kerja sama regional. Dalam hal ini, Asia Tenggara menjadi sub-kawasan yang turut memperoleh nilai baik, sejalan dengan ekspansi transaksi digital yang berlangsung.

Tak heran kalau studi terbaru dari Bloomberg menunjukkan tingginya minat para investor terhadap kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tidak akan menyia – nyiakan perhelatan KTT ASEAN di Labuan Bajo

KTT ASEAN di Labuan Bajo merupakan kesempatan untuk mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang patut dikunjungi oleh berbagai macam wisatawan dari luar negeri, jelas Sandiaga Uno.

Kemenparekraf akan semaksimal mungkin untuk dapat memanfaatkan momentum ini agar labuan Bajo dapat lebih dikenal lagi di dunia internasional.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.