Kata Papua

Pdt.Albert Yoku : Otsus Itu Anugerah Dari Tuhan Melalui Pemerintah Pusat - Kata Papua

Pdt.Albert Yoku : Otsus Itu Anugerah Dari Tuhan Melalui Pemerintah Pusat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ketua Kerukunan Masyarakat Tabi Pdt. Albert Yoku, mengatakan, otonomi khusus merupakan sebuah berkat besar dari Tuhan melalui pemerintah pusat untuk menolong orang asli Papua melalui program yang disebut dengan keberpihakan.

Menurut pdt. Albert Yoku, apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat sangat terarah dan terukur untuk menolong orang asli Papua dengan memacu pada undang-undang nomor 21 tentang otonomi khusus papua.

Lanjutnya, apabila dana otsus dikelola dengan baik, maka masyarakat Papua akan semakin sejahtera, sehingga kedepannya, dana otsus harus lebih dikelola dengan baik.

“Pada prisipnya kami mendukung sepenuhnya otonomi khusus papua dilanjutkan namun perlunya ada pengkajian kembali terkait denga napa kendala selama ini sehingga kedepanya, otsus lebih menyentuh ke masyarakat, tuturnya.

Ia menambahkan, terkait dengan pemekaran provinsi di Papua, selaku tokoh masyarakat Tabi dan juga tokoh agama, sangat menyetujui program pemerintah pusat untuk pemekaran provinsi Papua.

“Karena dengan begitu, pembangunan lebih terfokus langsung ke daerah dan dikekola langsung oleh orang asli papua yang diberi mandat oleh negara untuk menduduki jabatan-jabatan struktural di pemerintah daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.