Pemerintah Dorong Kepala Daerah Perkuat TPID Hadapi Dampak Global
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pengendalian inflasi nasional sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai kebijakan dijalankan secara terukur dan adaptif dalam merespons dinamika global.
Langkah ini mencerminkan kehadiran negara yang sigap dan responsif dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil serta ekonomi nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tengah berbagai tantangan ekonomi. Menurutnya, penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas kebijakan di lapangan.
“TPID memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga komoditas di setiap daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi, sementara komoditas lain turut berperan dalam menjaga keseimbangan harga.
“Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas-komoditas ini justru dapat menjadi penopang stabilitas harga secara keseluruhan,” tambah Ateng.
Lebih lanjut, Ateng menyampaikan bahwa tren inflasi nasional menunjukkan kondisi yang terkendali berkat konsistensi kebijakan pemerintah dan penguatan koordinasi lintas sektor.
“Ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah pengendalian yang dilakukan selama ini berjalan efektif dan memberikan hasil yang positif,” tegasnya.
Rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, juga menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menjalankan kebijakan strategis nasional. Selain pengendalian inflasi, pemerintah turut mendorong berbagai program prioritas sebagai bagian dari penguatan ekonomi domestik.
“Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” kata Tomsi.
Penguatan TPID juga diperluas melalui kolaborasi antar daerah guna meningkatkan kapasitas dan efektivitas kebijakan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, menegaskan pentingnya kerja sama tersebut.
“Melalui kolaborasi, kita dapat berbagi inovasi dan praktik terbaik untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.
Dengan orkestrasi kebijakan yang semakin solid, pemerintah optimistis stabilitas inflasi nasional akan terus terjaga, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
[w.R]








