Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pemerintah Optimis Pertumbuhan 5 Persen Efektif Cegah Pelemahan Ekonomi - Kata Papua

Pemerintah Optimis Pertumbuhan 5 Persen Efektif Cegah Pelemahan Ekonomi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

JAKARTA – Di tengah tekanan global dan ketidakpastian ekonomi akibat perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, Pemerintah Indonesia tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 dapat mencapai angka 5 persen. Keyakinan ini muncul meskipun lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1 persen menjadi 4,7 persen.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa struktur ekonomi Indonesia yang lebih bertumpu pada pasar domestik membuatnya lebih tahan terhadap guncangan eksternal.
“Ketergantungan kita pada ekonomi global tidak setinggi negara lain. Konsumsi domestik, terutama konsumsi rumah tangga, memiliki peran besar dalam pertumbuhan PDB kita. Ini jadi modal penting menghadapi dinamika global,” ujarnya.
Susiwijono juga menyoroti bahwa koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF sebesar 0,4 persen masih jauh lebih rendah dibandingkan koreksi terhadap negara lain seperti Thailand (1,1 persen), Vietnam (0,9 persen), dan Meksiko (1,7 persen).
“Outlook kita masih jauh lebih baik. Bahkan dibandingkan AS dan China yang sama-sama terlibat langsung dalam perang tarif, proyeksi Indonesia tetap tergolong stabil,” tegasnya.
Pemerintah juga terus berupaya meminimalkan dampak tarif balasan dari AS yang saat ini tengah dalam proses negosiasi. Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima dalam pembahasan teknis dengan AS terkait pengenaan tarif impor yang ditetapkan sebesar 32 persen.
“Kita punya waktu 60 hari dan proses negosiasinya cukup progresif. Ini membuka ruang bagi penyelesaian yang lebih menguntungkan Indonesia,” jelas Susiwijono.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut menguatkan optimisme pemerintah. Menkeu menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga pada kuartal pertama 2025 berkat kuatnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah untuk THR dan bantuan sosial, serta kelanjutan proyek strategis nasional (PSN).
“Kinerja investasi juga meningkat, didukung oleh impor alat-alat berat dan keyakinan pelaku usaha,” kata Sri Mulyani.
Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengingatkan bahwa target pertumbuhan 5 persen bukan sesuatu yang otomatis tercapai.
“Butuh strategi yang tepat, eksekusi kebijakan yang adaptif, serta antisipasi terhadap dinamika eksternal. Tanpa itu, peluang bisa berubah menjadi tantangan,” tegasnya.
Di tengah penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,2 persen menjadi 2,8 persen oleh IMF, Indonesia tetap menampilkan resiliensi. Kinerja ekspor diprediksi tetap positif, terutama dari komoditas utama seperti CPO, besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik.
Pemerintah menilai ini sebagai momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik sekaligus menjaga kepercayaan investor dan dunia usaha. Pemerintah juga tengah menjajaki ekspansi pasar ekspor ke kawasan ASEAN+3, BRICS, dan Eropa untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS.
Dengan pendekatan hati-hati namun optimis, pemerintah yakin bahwa angka 5 persen masih dalam jangkauan, menjadikan Indonesia salah satu negara yang mampu bertahan dalam badai ekonomi global tahun ini.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata