Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam - Kata Papua

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

JAKARTA — Pemerintah mempercepat penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dengan menggerakkan unsur pusat, daerah, TNI, BNPB, serta kementerian dan lembaga terkait secara terpadu. Langkah ini dilakukan menyusul gempa di Flores, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan situasi, pemenuhan kebutuhan dasar, evakuasi, hingga pemulihan layanan publik. Dalam rapat terbatas, Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran memastikan layanan masyarakat kembali berjalan dan proses pemulihan di wilayah terdampak dipercepat.

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Prabowo.

Di Flores, pemerintah memulihkan sejumlah layanan dasar, meliputi listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Pemerintah juga menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur serta mempercepat verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sementara itu, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau ditangani melalui pemantauan kondisi vulkanologi, penyesuaian operasional penerbangan, dan operasi modifikasi cuaca. Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi darat, patroli udara, water bombing, serta modifikasi cuaca untuk menekan penyebaran asap dan titik api.

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai rangkaian bencana tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor, mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire. Menurutnya, mitigasi dan antisipasi bencana harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Tidak bisa dilakukan oleh satu instansi atau K/L saja, namun harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Puan.

Dukungan juga diperkuat melalui pengerahan personel dan peralatan TNI. Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan sebanyak 3.545 personel TNI telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk evakuasi, pencarian dan pertolongan, distribusi bantuan, layanan kesehatan, serta dukungan logistik.

Pemerintah memastikan penanganan bencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Pengalaman menghadapi gempa, erupsi, dan karhutla terus menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapan peralatan, serta membangun koordinasi yang lebih cepat dan terukur.

Dengan pola kerja 24 jam dan sinergi lintas lembaga, pemerintah berkomitmen memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas sekaligus memperkuat ketangguhan Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman bencana..***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts