Kata Papua

TNI dan Warga Panen Bawang Merah di Perbatasan RI-PNG - Kata Papua

TNI dan Warga Panen Bawang Merah di Perbatasan RI-PNG

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Di tengah Bulan Suci Ramadhan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Arso XIII membantu warga memanen bawang merah di wilayah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) tepatnya di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (21/4/2021).

Dengan bantuan dari anggota Pos Arso XIII, panen yang dilakukan warga tersebut menghasilkan 1,3 ton bawang merah dari lahan seluas 0,5 hektare.

Danpos Arso XIII Lettu Inf Suwandi menjelaskan kegiatan membantu warga merupakan wadah untuk mempererat tali silaturahmi yang dapat meningkatkan kerukunan TNI dengan warga, khususnya di Kampung  Naramben.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Satgas Yonif 512 Pos Arso XIII, untuk meningkatkan ketahanan pangan,” pungkas Lettu Suwandi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.