Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pendukung Ganjar di Jabar Terus Bertambah, Himpunan Santri Komitmen Penuh - Kata Papua

Pendukung Ganjar di Jabar Terus Bertambah, Himpunan Santri Komitmen Penuh

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

BANDUNG — Pendukung Ganjar Pranowo di Jawa Barat terus bertambah, Himpunan Santri Nusantara (Hisnu) memiliki komitmen yang sangat kuat untuk memberikan dukungan penuh mereka.

Koordinator Nasional Hisnu, Gus Yusuf Hidayat mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan pihak Hisnu Jabar yang terdiri dari berbagai kalanga santri serta kyai untuk membahas strategi pemenangan.

Seluruh sukarelawan itu telah bersiap mereka terus menguatkan barisan dalam memenangkan Ganjar Pranowo.

Setelah pertemuan tersebut, kemudian Gus Yusuf mengimbau kepada pihak Hisnu Jabar untuk bisa langsung bergerak ke masyarakat demi menyosialisasikan Capres dari PDI Perjuangan itu, termasuk juga melakukan mapping hingga pendataan.

“Semua harus bergerak cepat, bergerak cerdas, dan melakukan mapping serta pendataan yang benar,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Hisnu Jabar, Muhammad Taqiyuddin Basri mengaku bahwa dirinya akan langsung bergerak menyasar banyak organisasi hingga akar rumput dalam melakukan sosialisasi.

Berbagai tempat pun akan disambangi oleh mereka, mereka juga melakukan penguatan dan mengukuhkan tim pemenangan yang lebih luas.

“Target kami memang menang,” ungkap dia.

Di sisi lain, Kawan Juang relawan Ganjar Pranowo di Jawa Barat juga tengah terus berfokus untuk bisa mengajar suara dari para pemilih yang masih abu-abu.

Untuk bisa melancarkan hal tersebut, mereka kemudian melakukan berbagai macam pelayanan seperti kesehatan gratis.

Koordinator Kawan Juang Jabar, Beny Kurniadi mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi khususnya untuk para pemilih abu-abu di Bandung.

“Tentu kita ingin masuk ke area abu-abu, selama ini Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya tingkat pemilih untuk pak Ganjar masih rendah jadi kita penetrasi ke beberapa titik atau daerah,” ucapnya.

Dalam menggencarkan kegiatan positif seperti tes kesehatan gratis itu, Beny menyatakan bahwa dirinya akan datang ke 60 wilayah titik yang jarang tersentuh oleh partai lain.

“Area seperti di daerah cukup padat tapi jauh dari perkotaan seperti di Sumedang, Garut. Daerah pemukiman yang jauh dengan pelayanan kesehatan,” kata dia.

Pada kesempatan lain, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Junico BP Siahaan menyebut bahwa Ganjar Pranowo akan meluangkan banyak waktu untuk bisa hadir dan menyapa langsung warga di Jabar.

“Ini wajar, Pak Ganjar baru berhenti tanggal 5 September sebagai Gubernur Jateng. Semoga setelah berhenti maka bisa banyak meluangkan waktunya ke wilayah Jabar,” katanya.

Menurutnya kegiatan pemimpin berambut putih dalam berkeliling untuk menyapa warga di Jabar akan terkonsolidasi dengan baik.

Hal tersebut dikarenakan ada sebanyak 13 Kepala Daerah dan satu Wakil Kepala Daerah berasal dari PDI Perjuangan

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata