Kata Papua

Pengamat Sebut Video Jokowi Berbahasa Mandarin Palsu dan Memprovokasi Masyarakat - Kata Papua

Pengamat Sebut Video Jokowi Berbahasa Mandarin Palsu dan Memprovokasi Masyarakat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pengamat Sebut Video Jokowi Berbahasa Mandarin Palsu dan Memprovokasi Masyarakat

Jakarta – Beredarnya potongan video pidato Presiden Jokowi berbahasa Mandarin di media sosial sempat membuat geger publik. Pasalnya, dalam video tersebut Presiden Jokowi terdengar sangat fasih berbahasa Mandarin.

Pengamat sekaligus Komunikolog Emrus Sihombing turut menanggapi soal video tersebut.

“Saya mendapat dua link sosial media. Yang tampaknya pidato Presiden dalam suatu pertemuan bisnis atau ekonomi. Satu disampaikan dalam bahasa Inggris, dan satu dalam bahasa Mandarin,” ungkap Emrus.

Menurutnya, video kenegaraan yang ditampilkan seharusnya tetap menggunakan bahasa aslinya (bahasa Inggris) yang disertai dengan teks terjemahan.

Ia menilai beredarnya video itu bisa menimbulkan multitafsir dan membahayakan persatuan bangsa.

“Seolah-olah Bapak Jokowi adalah bagian daripada kekuatan kepentingan ekonomi China atau Tiongkok,” lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Emrus, video yang disampaikan dalam bahasa Mandarin seperti itu harus segera di-take down oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Atau paling tidak, Kementerian Kominfo harus secara masif menjelaskan ke ruang publik tentang video pidato Presiden berbahasa Mandarin tersebut.

Lebih lanjut, Emrus menyebut pihak yang membuat video tersebut mempunyai kepentingan atau motif tertentu.

“Orang yang membuat teks itu dalam bentuk lisan dalam bahasa Mandarin, saya kira dia punya kepentingan dan motif tertentu,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil penelusuran, potongan video pidato Presiden Jokowi yang fasih berbahasa Mandarin merupakan video palsu yang diduga menggunakan metode Artificial Intelligence (AI).

Video itu adalah hasil manipulasi dengan mengambil rekaman video pidato Presiden Jokowi saat Gala Dinner USINDO, US Chamber, dan USABC di Amerika Serikat pada tahun 2015. Rekaman asli tersebut sebelumnya telah diunggah di platform YouTube pada tautan https://youtu.be/6G604qxWaNQ?si=coW08xmXyMw5fTFC.

Sebelumnya, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menyebut bahwa penggunaan AI berpotensi mengganggu jalannya Pemilu 2024. Teknologi tersebut dapat membuat konflik sendiri selama pesta demokrasi.

“Di Pemilu orang bisa berantem karena kecerdasan buatan. Suara, muka kamu digambar, difitnah, berantem nggak? Padahal hasil kecerdasan buatan,” katanya.

Karena itu, tambahnya, penting untuk memahami potensi risiko dan dampak dari penggunaan AI dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menjelang Pemilu 2024.

(*

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.