Kata Papua

Presiden Prabowo Percepat Reformasi Birokrasi demi Perkuat Iklim Investasi - Kata Papua

Presiden Prabowo Percepat Reformasi Birokrasi demi Perkuat Iklim Investasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Presiden Prabowo Percepat Reformasi Birokrasi demi Perkuat Iklim Investasi

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat agenda reformasi birokrasi guna memperkuat iklim investasi nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah strategis melalui pembentukan Satuan Tugas Deregulasi Investasi untuk memangkas berbagai aturan dan perizinan yang dinilai menghambat dunia usaha.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk ekonom senior dan pemerintah daerah, yang menilai reformasi regulasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia.

Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J. Rachbini, menilai pembentukan Satgas Deregulasi Investasi merupakan langkah positif untuk mengurai persoalan struktural dalam tata kelola ekonomi Indonesia.

“Gagasan Presiden Prabowo ini secara ekonomi cukup rasional dan memang dibutuhkan,” ujar Prof. Didik.

 

Ia menilai selama ini banyak investor menghadapi hambatan akibat tumpang tindih regulasi, proses perizinan yang panjang, hingga koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Karena itu, pembentukan satgas khusus yang bekerja secara terintegrasi dapat menjadi solusi untuk mempercepat reformasi birokrasi dan menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

 

“Karena itu, Presiden berencana membentuk satuan tugas khusus deregulasi untuk memangkas aturan dan perizinan yang dinilai menghambat investasi serta kegiatan usaha di Indonesia,” katanya.

 

Prof. Didik menambahkan, gagasan pembentukan satgas deregulasi sejalan dengan praktik yang diterapkan sejumlah negara maju di Asia Timur. Menurutnya, negara-negara yang berhasil melakukan industrialisasi secara cepat juga menerapkan model “war room” reformasi birokrasi langsung oleh pemimpin politik tertinggi agar proses pengambilan keputusan berjalan lebih cepat dan efektif.

 

Dukungan terhadap percepatan reformasi birokrasi juga datang dari daerah. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus menegaskan pentingnya pembenahan sistem pelayanan publik dan penguatan hilirisasi sektor unggulan untuk meningkatkan kepercayaan investor.

 

“Investasi bukan hanya soal angka, tetapi soal kepercayaan dan keberanian melakukan reformasi birokrasi,” tegas Yulius.

 

Pemprov Sulawesi Utara telah menetapkan tiga strategi utama dalam memperkuat investasi daerah, yakni monitoring ketat terhadap proyek strategis daerah, percepatan penyelesaian hambatan regulasi dan konflik lahan, serta diversifikasi sektor investasi menuju hilirisasi industri dan pariwisata padat karya bernilai tambah tinggi.

 

Berbagai langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat dan daerah memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif. Reformasi birokrasi yang berjalan efektif diharapkan mampu mendorong masuknya investasi baru dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.