Lompat ke konten utama

Kata Papua

PYCH Gelar Gebyar Kemerdekaan dari Papua untuk Indonesia di Jakarta - Kata Papua

PYCH Gelar Gebyar Kemerdekaan dari Papua untuk Indonesia di Jakarta

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Papua Youth Creative Hub (PYCH) menggelar Gebyar Kemerdekaan Dari Papua Untuk Indonesia sebagai langkah memeriahkan HUT RI ke-78 . Acara ini mengundang para artis, seniman, dan masyarakat Papua yang berada di Jakarta yang diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Jumat, (18/8).
PYCH merupakan merupakan pusat pengembangan talenta muda tanah Papua untuk mencetak generasi unggul, kreatif, berjiwa pelopor, dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Program binaan Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut berhasil merangkul talenta muda Papua untuk menjadi pelopor perubahan demi kemajuan dan kesejahteraan Bumi Cendrawasih sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Berbagai program yang diselenggarakan BIN melalui PYCH berhasil menarik keterlibatan berbagai sektor yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat, seperti sektor pertanian, perikanan, peternakan, industri kreatif, pendidikan dan kesehatan, UMKM dan lokapasar (e-commerce), sosial budaya hingga pelestarian suku bahasa di Papua.

PYCH mengundang para seniman Papua yang berada di Jakarta untuk meramaikan acara tersebut. PYCH juga menggelar acara musik, tarian, dan stand up comedy dari anak muda Papua, Adapun bazar UMKM Papua yang khusus menjual kuliner maupun cinderamata khas Papua.

Diketahui, PYCH pertama kalinya menggelar acara ini di luar Papua untuk mendapatkan respon positif dari masyarakat Papua yang berada di Jakarta.

“Ini perdana, kami buat kegiatan PYCH bukan di Jayapura, tapi Jakarta dalam rangka gebyar kemerdekaan kami mengumpulkan para seniman Papua dan di sini kami melihat bersama bagaimana kemerdekaan menjadi bagian penting dari anak-anak Papua,” ujar personnel PYCH Music Band sekaligus Pendamping Tim Musik Anak Comment (M.A.C), Julio Faot, dalam keterangan tertulis (19/8/2023).

Julio mengungkapkan alasan PYCH menyelenggarakan kegiatannya di Jakarta, karena salah satu grup musik asal Papua, M.A.C berkesempatan untuk mengisi acara HUT RI ke-78 di Istana negara.

“Kemarin karena ada M.A.C yang dipanggil ke Istana Negara dalam rangka 17 Agustus kami mengisi di sana hanya satu lagu. Sehingga, 18 Agustus kami inisiasi untuk kumpul merayakan kemerdekaan di Jakarta, jadi ini momentum yang pas,” ucap Julio.

Julio mengaku senang atas antusiasme masyarakat yang hadir terutama rekan-rekannya yang berasal dari Papua yang selama ini merantau ke ibukota. Ia juga mengatakan kegiatan ini bisa memotivasi semangat generasi muda Papua, sekaligus momen temu kangen dengan masyarakat Papua diperantauan.

“Semuanya di sini antusias 100 persen sama-sama dengan kami untuk berkolaborasi, bernyanyi, menari, stand up comedy dan juga kami mengumpulkan buku sebagai donasi untuk teman-teman kami yang ada di Papua,” kata Julio.

Julio mendorong generasi muda Papua untuk terus berinovasi dalam menciptakan karya sekaligus dirinya berharap agar kegiatan serupa bisa dilakukan di wilayah lain yang ada di Indonesia dalam memperkenalkan potensi anak Papua di Indonesia.

“Kami dorong semua generasi muda di Papua khususnya ketika di kasih hadiah besar dari Pak Jokowi, kami bisa melanjutkan ini ke kabupaten-kabupaten di Papua. Dengan adanya provinsi baru di Papua harusnya anak muda di Papua lebih giat antusias, dan bukan hanya di Papua, kedepannya kami bisa selenggarakan kegiatan seperti ini di Yogyakarta, Sumatera dan dimana pun tempat kami bisa berkumpul,” ujar Julio.

Selain itu, perwakilan personel grup M.A.C Elmar Mac, Morde Sawaki, Dhimart Ohee merasa senang atas penampilan off air perdananya yang dilakukan di Jakarta. Mereka bersyukur bisa tampil dalam skala nasional sekaligus bertemu dengan masyarakat Papua yang tinggal di Jakarta.
“Senang karena bisa mewakili Papua. Selain itu, kita bangga sebagai generasi muda Papua kita bisa mengharumkan Papua dan juga Indonesia,” ujar Morde Sawaki.

“Tidak menyangka bisa seramai ini, kita pikir animonya akan biasa saja. Yang jelas kita senang dan bangga,” timpal Elmar Mac.

“Semoga, melalui kita, bisa jadi contoh untuk teman-teman Papua untuk terus berkarya, buktikan bahwa kalian bisa,” lanjut Morde.

Selain perform dari anak Papua, turut hadir YouTuber sekaligus Influencer, Thariq Halilintar yang membuat acara tersebut semakin meriah.

Pada kesempatan tersebut, Thariq berkolaborasi dengan M.A.C menyanyikan lagu “Cuma Saya”, serta menyapa seluruh masyarakat yang hadir.

Tak hanya bernyanyi bersama, Thariq juga mengunjungi bazar UMKM Papua dan membeli beberapa pakaian maupun kuliner khas Papua.

“Acaranya luar biasa, anak muda Papua di sini berkumpul untuk menuangkan kreativitasnya di berbagai sektor seni, keren banget,” ujar Thariq.

Thariq mengaku terkesan atas potensi seniman yang tergabung dalam PYCH tersebut. Menurutnya pada sektor UMKM, kuliner dan hasil karya cinderamata maupun fashion, dapat bersaing dengan pasar global.

“Luar biasa, ini baju yang aku pakai aja keren banget asli buatan Papua, kainnya bagus, modelnya bagus, bisa dipakai buat manggung. Potensi musisinya gak diragukan lagi. Untuk UMKM, makannya enak-enak semua, kopinya mantap,” lanjut Thariq.

Thariq berharap akan semakin banyak kegiatan serupa untuk menciptakan efek ganda dalam membangkitkan perekonomian Indonesia ke depan.

“Aku pengen lebih banyak lagi yang melihat ini, lebih banyak lagi ruang untuk berkreasi seperti ini, sehingga menghidupkan UMKM. Masyarakat pasti mau berbondong-bondong untuk meramaikan acara seperti ini,” pungkas Thariq.

Selain penampilan Music Band, M.A.C dan Thariq Halilintar, ada pun penampilan dari seniman asal Papua lainnya, seperti Frans Sisir, Boi Soa Soa, Ijal Stand Up Comedy, Denny Pigay, Kariting Hitam Dance, Brian Fringkeuw dan Kkajhe.

Pada rangkaian akhir kegiatan, seluruh penonton berjoget bersama dengan diiringi musik asal Papua.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Lapangan Kerja, Upskilling, dan Kepastian Usaha Harus Menjadi Napas RUU Ketenagakerjaan

Oleh : Abdul Razak Pemerintah bersama DPR RI tengah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan sebagai upaya menjawab perubahan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Regulasi baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan pekerja, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, mendorong peningkatan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan pembahasan RUU tersebut kini berlangsung secara intensif bersama DPR. Pemerintah menargetkan regulasi mengenai perlindungan tenaga kerja itu dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Yassierli menilai tantangan ketenagakerjaan nasional tidak ringan. Dari sekitar 155 juta angkatan kerja Indonesia, sekitar 60 persen berada di sektor informal. Kelompok tersebut memiliki karakteristik berbeda dengan pekerja formal karena sebagian besar belum memperoleh jaminan sosial maupun perlindungan hari tua yang memadai. Menurut Yassierli, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memastikan perlindungan ketenagakerjaan dapat mencakup seluruh pekerja tanpa membedakan status formal maupun informal. Regulasi baru diharapkan menjadi landasan yang lebih kuat dalam memberikan kepastian hak sekaligus memperluas kepesertaan program perlindungan sosial. Yassierli menyebut penyelesaian regulasi tersebut diharapkan menjadi tonggak baru perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia. Selain melalui pembentukan undang-undang, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan mendorong peningkatan kepesertaan perlindungan sosial bagi pekerja. Urgensi perlindungan tersebut semakin besar seiring Indonesia menghadapi perubahan struktur demografi. Saat ini Indonesia masih menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya karena Indonesia diproyeksikan memasuki fase aging population. Yassierli menekankan pentingnya penguatan program dana pensiun agar masyarakat yang memasuki usia lanjut tetap memiliki sumber pendapatan dan tidak sepenuhnya bergantung kepada generasi yang masih produktif. Menurutnya, menjaga kehidupan masyarakat setelah masa kerja merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Di sisi lain, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan juga perlu menjawab kebutuhan pekerja di tengah perubahan struktur ekonomi dan teknologi. Perlindungan tidak cukup hanya diberikan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja, tetapi juga perlu disertai upaya meningkatkan kemampuan pekerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. Program upskilling dan reskilling menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi dapat mengubah jenis pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta pola hubungan kerja. Pekerja perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perubahan dunia usaha. Dengan demikian, perlindungan ketenagakerjaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja. Pada saat yang sama, kepastian usaha juga menjadi bagian penting dalam penyusunan regulasi. Dunia usaha membutuhkan aturan yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan agar mampu mengambil keputusan investasi, melakukan ekspansi, serta menciptakan lapangan pekerjaan secara berkelanjutan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menjelaskan bahwa DPR mengusulkan perluasan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk mekanisme jaminan pesangon. Usulan tersebut tercantum dalam Pasal 129 RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan merupakan inisiatif DPR, bukan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia maupun serikat buruh. Nihayatul menjelaskan, selama ini perusahaan pada dasarnya telah melakukan pencadangan kewajiban imbalan kerja sebagaimana diatur dalam PSAK 24. Namun, dana tersebut masih berada di dalam perusahaan dan belum dipisahkan dari kekayaan perusahaan. Karena itu, DPR mengusulkan agar dana jaminan pesangon dikelola melalui BPJS Ketenagakerjaan. Mekanisme tersebut dinilai dapat memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus mengurangi potensi beban perusahaan ketika terjadi persoalan keuangan atau pemutusan hubungan kerja. Nihayatul mengatakan usulan tersebut salah satunya berkaca pada kasus perusahaan yang mengalami kepailitan dan kemudian tidak mampu memenuhi kewajiban pesangon. Kasus PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex menjadi salah satu contoh yang disebutnya karena berdampak terhadap sekitar 10.000 pekerja. Menurut Nihayatul, mekanisme jaminan pesangon perlu diperkuat agar pekerja tetap memperoleh hak ketika perusahaan menghadapi kondisi sulit. DPR juga mendorong adanya kontribusi pemerintah dalam skema tersebut, sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Penguatan perlindungan pekerja pada akhirnya perlu ditempatkan dalam kerangka yang seimbang. Regulasi harus mampu menjamin hak pekerja, mendorong peningkatan kompetensi, sekaligus memberikan kepastian bagi pengusaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Keseimbangan tersebut penting agar perlindungan tidak menjadi beban yang menghambat penciptaan lapangan kerja, melainkan menjadi fondasi hubungan industrial yang lebih sehat. Dengan target penyelesaian pada akhir