Kata Papua

Rantai Pasok MBG Dirapikan, Bahan Baku Lokal Lebih Efisien - Kata Papua

Rantai Pasok MBG Dirapikan, Bahan Baku Lokal Lebih Efisien

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Rantai Pasok MBG Dirapikan, Bahan Baku Lokal Lebih Efisien

Jakarta- Pemerintah terus memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan merapikan rantai pasok pangan agar lebih efisien dan terintegrasi. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan distribusi bahan baku berjalan lancar sekaligus mendorong pemanfaatan produk lokal secara optimal.

 

Deputi Bidang Keterjangkauan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi turunan untuk memperkuat sistem tersebut melalui Rancangan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Pangan terkait rantai pasok bahan baku lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Ia mengatakan pembentukan Permenko tersebut bertujuan untuk menjalankan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, yang mengamanatkan Kemenko Pangan untuk mengoordinasikan berbagai kementerian/lembaga dalam menjamin rantai pasok pangan pada MBG.

 

“Karena kalau nggak ada bahan pangannya kan nggak bisa nih berjalan programnya dan diharapkannya bahan pasokan pangan itu berasal dari lokal,” kata Nani.

 

Ia menegaskan bahwa penguatan rantai pasok akan memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga dengan harga yang lebih stabil. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan baku lokal sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah. Dengan melibatkan petani dan pelaku usaha lokal, program MBG diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

 

“Dengan adanya pengaturan ini, kami ingin memastikan bahan baku bisa tersalurkan secara efisien dari produsen ke dapur MBG,” katanya.

 

Di sisi lain, pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan dapur MBG menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Penguatan rantai pasok dinilai akan membantu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya operasional.

 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, menilai bahwa pembenahan rantai pasok menjadi kebutuhan mendesak dalam pelaksanaan program MBG. Penguatan kolaborasi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program.

 

“Program sebesar makan bergizi gratis tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendirian. Ini membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat. APPMBGI hadir sebagai kekuatan sosial-ekonomi yang ikut memastikan program ini berjalan baik, terukur, dan berkelanjutan,” jelas Rivai.

 

Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan program MBG berjalan secara berkelanjutan. Pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih efisien diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat penerima maupun pelaku usaha di dalam negeri.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts