Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ratusan Alumnus Unair Mantap Dukung Capres Ganjar Pranowo - Kata Papua

Ratusan Alumnus Unair Mantap Dukung Capres Ganjar Pranowo

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Aditya Rahman

Ratusan alumnus dari Universitas Airlangga menyatakan diri mereka telah mantap untuk mendukung nama Capres Ganjar Pranowo pada perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2024 mendatang.

Usai dipilih sebagai bakal Calon Presiden (Capres) periode 2024-2029 oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kini nama Ganjar Pranowo semakin melejit untuk meneruskan program-program Presiden Joko Widodo.

Mengenai hal ini pun, ratusan alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan mantap mendeklarasikan dukungannya terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pilihan PDI Perjuangan menjadi bakal calon presiden selanjutnya.

Ratusan Alumni yang tergabung dalam Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JaKa) tersebut melangsungkan deklarasi di Rumah Joglo Merah Putih, Jalan Ir. Soekarno, Surabaya tepatnya hari ini, Jumat 5 April 2023.
Ketua JaKa, Teguh Prihandoko alumni dari Fakultas Ekonomi Unair mengatakan bahwa Ksatria Airlangga merupakan organisasi yang didirikan, dimotori dan beranggotakan alumni Unair yang dulu dikenal sebagai relawan militan Jokowi.

Lalu, mereka merasa bangkit kembali untuk mendukung tokoh yang telah ditunjuk serta dianggap mampu dan berkomitmen untuk meneruskan program Jokowi. Bahkan, Ketua JaKa sendiri tak menyangka akan secepat ini PDI Perjuangan mengumumkan Calon Presidennya.
Alasan utama JaKa memilih Ganjar yakni lantaran Gubernur Jawa Tengah saat ini dinilai mampu, memiliki komitmen yang tinggi, idealisme, watak, dan pandangan serta sifat-sifatnya yang sejalan dengan Presiden Jokowi. Harapannya, Ganjar mampu mengembangkan sesuatu yang telah dimulai, dikerjakan, dan diselesaikan oleh Jokowi semasa kepemimpinannya saat ini hingga habis nanti.
Bagaimana tidak, Ganjar Pranowo sendiri sudah memiliki elektabilitas yang tinggi di kalangan masyarakat yang dibuktikan melalui hasil survei dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia. Menurut hasil survei tersebut, tokoh yang disebut-sebut paling layak melanjutkan program kerja Jokowi yakni bakal capres PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Survei tersebut dilakukan selama 7 hari terhadap 1.220 responden dengan cara wawancara.
Burhanuddin Muhtadi selaku Peneliti Utama Indikator mengatakan bahwa responden yang menilai Ganjar Pranowo layak melanjutkan kerja Jokowi mencapai sebanyak 33,2 persen. Menariknya, survei ini justru dilakukan sebelum PDI Perjuangan mendeklarasikan Ganjar sebagai Capres di Pilpres 2024 usungan dari PDIP. Ganjar juga mendapatkan nilai tertinggi yakni 34 persen dari elektabilitasnya tersebut mengalahkan tokoh yang lainnya.
Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya bahwa survei ini memiliki nilai akurat yang tinggi serta tingkat kepercayaan yang tinggi pula, bukan survei abal-abal atau asal-asalan semata.
Dukungan yang diberikan oleh ratusan ribu Alumnus Universitas Airlangga ini tidak main-main lantaran mereka memiliki banyak Ksatria Airlangga mulai dari profesor, doktor, hingga profesional alumni Unair untuk mendukung sepenuhnya Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI di Pilpres 2024 mendatang.
Mengenai hal tersebut, diketahui bahwa ada berbagai lintas angkatan dan lintas fakultas yang turut hadir baik secara langsung maupun secara online dalam deklarasi tersebut. Lengkap dengan atribut seragamnya yang berwarna merah putih dengan udeng perpaduan Madura dan Jawa yang dikenakan sebagai penutup kepala itu, mereka serentak mengusung jargon untuk mendukung Ganjar yakni, Airlangga Almamaterku, Ganjar Presidenku.
Tentu saja, seluruh rangkaian acara ini bertujuan untuk memenangkan Ganjar Pranowo yang dianggap mampu mengemban amanah sebagai Presiden selanjutnya. Teguh sendiri mengatakan dengan tegas bahwa dirinya mendukung dengan sekuat tenaga, daya, dan upaya kepada Ganjar Pranowo sebagai Presiden periode 2024-2029 mendatang.
Tidak hanya semboyan Airlangga Almamaterku, Ganjar Presidenku saja akan tetapi mereka juga turut membuat yel-yel khusus yang berbunyi Jarji Jarbeh – Ganjar Siji Ganjar Kabeh sebagai salah satu bentuk semangat bagi mereka saat melangsungkan pertemuan wajib.
Bukan main-main, pasalnya JaKa sendiri merupakan organisasi resmi yang berbadan hukum sebagai wadah dari perjuangan para Alumnus Universitas Airlangga dalam bidang sosial, politik dan kebudayaan demi menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Di sisi lain, alumni Universitas Padjajaran, Bandung Syarif Bastaman Fakultas Hukum menganggap Pilpres 2024 adalah peristiwa penting dan strategis agar bisa menggunakannya sebagai momentum untuk melanjutkan pembangunan kalau perlu dengan lebih cepat lagi dan lebih berkualitas. Dalam konteks ini, pihaknya sepakat mendukung Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden 2024 nanti. Menurutnya, Indonesia saat ini butuh pemimpin yang tidak memiliki kepentingan pribadi apalagi soal menumpuk harta dan kekayaan.
Dirinya juga menilai bahwa sosok seperti Jokowi ini ada pada diri Ganjar Pranowo dan ia juga meyakini bahwa Ganjar meneruskan legasi Pak Jokowi. Dia juga sudah selesai dengan dirinya. Dia tidak akan korupsi atau KKN.
Dengan sangat yakinnya masyarakat bahwa memang Gubernur Jawa Tengah tersebut sangat layak dan mampu untuk terus melanjutkan semua program unggulan yang dimiliki oleh Presiden Jokowi, maka menjadi tidak mengherankan jika ratusan alumnus dari Universitas Airlangga kemudian secara mantap telah mendeklarasikan dukungan mereka kepada kader PDIP itu.

)* Penulis adalah pengamat politik tinggal di Surabaya

.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata