Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ratusan Warga Rempang Terelokasi Ucapkan Terima Kasih pada Pemerintah - Kata Papua

Ratusan Warga Rempang Terelokasi Ucapkan Terima Kasih pada Pemerintah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Putri Dewi Nathania

Proyek pengembangan Rempang Eco-City yang melibatkan warga setempat berjalan dengan lancar, ratusan KK warga Rempang, Batam sudah terelokasi dengan baik ke hunian sementara, mereka mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah hingga mengikuti acara Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru.

Proyek besar Rempang Eco-City yang melibatkan banyak stakeholder itu perlahan-lahan menemui titik terang. Pasalnya, wilayah tersebut memasuki daftar program strategis Nasional tahun 2023 yang dinilai sangat berpotensi untuk pengembangan wilayah dan investasi sebagai kawasan perdagangan, industri hingga wisata. Proyek pengembangan tersebut juga nantinya akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar untuk dapat meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya apabila memang pengembangan wilayah tersebut berhasil dan berjalan dengan baik.

Seperti yang diketahui, investasi yang digelontorkan berkisar Rp 381 triliun oleh pemerintah pusat melalui PT Makmur Elok Graha (MEG) itu benar-benar serius untuk meningkatkan perekonomian, khususnya warga setempat. Sebab, dengan adanya investasi yang berdatangan nantinya akan menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Untuk mewujudkan pengembangan yang sangat bernilai ini perlu banyak dukungan, terutama dari masyarakat setempat agar bekerja sama dengan pemerintah. Tanpa ada dukungan dari warga memang sulit untuk merealisasikan kesejahteraan daerah, khususnya Kota Batam itu sendiri. Karenanya, dukungan masyarakat setempat sangat dibutuhkan.

Untuk itu, pemerintah RI mengajak seluruh stakeholder yang terkait, termasuk masyarakat setempat untuk turut serta mendukung dan bekerja sama agar proyek tersebut dapat dikembangkan dan berjalan dengan baik. Dandim 0316 Batam, Letkol Inf. Galih Bramantyo mengatakan bahwa proyek tersebut memanglah program strategis nasional yang mengajak semua stakeholder untuk merapatkan bersama-sama terkait dengan kelebihan dan kekurangannya apa. Melibatkan banyak stakeholder memang tidak mudah, namun bersyukur karena semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Sebab, nantinya juga akan kembali ke rakyat dan memang untuk rakyat.

Stakeholder yang turut terlibat dalam proyek pengembangan Rempang Eco-City ini juga melibatkan warga setempat. Galih menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut mereka selalu memikirkan apa saja yang menjadi hak-hak dan kebutuhan warga setempat, sehingga memang dalam pengembangan Eco-City ini nantinya tidak ada yang dirugikan dari pihak manapun, semuanya memiliki keuntungan bersama-sama. Bahkan, Galih menegaskan bahwa apa saja yang menjadi hak warga bantuan, hingga kebijakan pemerintah nantinya akan disinkronkan dengan baik untuk menghindari perselisihan.

Warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City juga mendapatkan hak-haknya seperti mendapatkan hunian. Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait mengatakan bahwa mereka akan memastikan seluruh warga yang terdampak akan bergeser ke hunian sementara dengan hak-haknya yang terpenuhi. Selain itu, BP Batam juga memberikan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta dan juga uang sewa senilai Rp 1,2 juta rupiah kepada warga yang sudah menempati hunian sementara tersebut.

Sementara itu, ratusan warga Rempang yang telah direlokasi ke hunian sementara itu juga turut mengikuti acara Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru. Berdasarkan keterangan tertulis dari BP Batam, Rusli, Ketua Panitia Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru itu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah RI, khususnya BP Batam. Pasalnya, pemerintah RI dan BP Batam telah memenuhi hak-hak warga dan sudah memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Bahkan, Rusli yang juga warga Sembulang itu sendiri meyakini bahwa pergeseran tersebut adalah sebuah langkah menuju masa depan yang baik untuk warga Rempang itu sendiri dan untuk Indonesia.

Kendati demikian, Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City tersebut telah disiapkan oleh pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045. Sementara, Rusli yang juga sebagai warga itu mengajak seluruh masyarakat, khususnya para generasi muda-muda agar tetap solid demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 mendatang. Ia juga percaya bahwa Rempang Eco-City ini nantinya akan membawa kebahagiaan dan berkembang secara pesat. Sebagai perwakilan warga Rempang, laki-laki itu juga mengatakan bahwa PSN ini tidak melukai hati warga Rempang.

Pada kesempatan yang sama pun, warga Kampung Pasir Panjang, Azan turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan BP Batam yang telah merelokasi seluruh warga terdampak ke hunian sementara yang sangat layak dan nyaman. Harapannya, apabila Rempang Eco City ini telah terealisasi dengan baik, proyek itu akan bermanfaat bagi seluruh warga Rempang, dan juga mereka berharap agar dapat diberikan prioritas untuk anak-anak setempat saat perekrutan tenaga kerja.

Banyak warga yang mengucapkan terima kasih, salah satunya yakni warga Pasir Panjang yang lain bernama Juliana. Juliana menyampaikan terima kasih kepada BP Batam dan pemerintah atas apa yang mereka berikan yaitu hunian sementara yang sangat nyaman kepada dirinya dan keluarganya. Bahkan, dirinya juga yakin program strategis pemerintah itu dapat memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya masyarakat Rempang kedepannya.

Warga juga tetap optimis terhadap proyek PSN Rempang Eco City ini, antusiasme yang tinggi juga terlihat dari daftar geseran ke hunian sementara yang terus naik. Melihat antusias dan kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi, pemerintah RI juga akan menyelesaikan proyek strategis nasional ini dengan segera.

)* Kontributor Lembaga Media Perkas

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata