Kata Papua

Refocusing APBN 2027 Perkuat Subsidi dan Program Rakyat - Kata Papua

Refocusing APBN 2027 Perkuat Subsidi dan Program Rakyat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Refocusing APBN 2027 Perkuat Subsidi dan Program Rakyat

JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga APBN Tahun Anggaran 2027 tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui kebijakan efisiensi serta refocusing anggaran yang diarahkan untuk memperkuat subsidi, perlindungan sosial, dan berbagai program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas belanja negara agar semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki kualitas pengelolaan anggaran sehingga setiap rupiah belanja negara dapat memberikan manfaat yang optimal bagi rakyat dan pembangunan nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat,” kata Purbaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027, pemerintah menempatkan efektivitas subsidi dan perlindungan sosial sebagai salah satu prioritas utama. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah juga akan melanjutkan reformasi subsidi dan bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan bantuan negara diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih akurat, adil, dan tepat sasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pemerintah secara bertahap mendorong bantuan sosial dan subsidi yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan serta berbasis penerima manfaat langsung,” ujar Purbaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain memperkuat perlindungan sosial, pemerintah memastikan sinergi belanja pusat dan daerah terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan program prioritas nasional. Berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan terus mendapatkan dukungan anggaran yang efektif dan terukur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sisi penerimaan negara, pemerintah tetap berupaya memperkuat kapasitas fiskal tanpa mengabaikan keberlanjutan investasi dan pelestarian lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga keberlanjutan iklim investasi dan pelestarian lingkungan,” tegas Purbaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui kebijakan tersebut, APBN 2027 diharapkan mampu menjadi instrumen yang semakin kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia Oleh: Rina Oktavia Ketahanan energi menjadi salah satu faktor penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, dan gangguan rantai pasok internasional, Indonesia dituntut untuk memperkuat fondasi energi nasional agar tidak terlalu bergantung pada impor. Dalam konteks tersebut, diversifikasi energi berbasis gas muncul sebagai strategi besar yang mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.         Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto bergerak cepat merespons dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional. Presiden memberikan arahan untuk mempercepat pengembangan sumber energi alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Langkah ini menunjukkan bahwa sektor energi ditempatkan sebagai prioritas strategis dalam pembangunan nasional.         Diversifikasi energi menjadi kebutuhan mendesak mengingat ketergantungan terhadap satu jenis energi dapat menimbulkan risiko besar ketika terjadi gejolak global. Indonesia selama ini masih menghadapi tantangan tingginya impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan domestik. Oleh karena itu, pengembangan dan pemanfaatan gas bumi nasional menjadi solusi yang semakin relevan dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.         Pemerintah telah menetapkan sejumlah agenda prioritas di sektor energi. Salah satu langkah utama yang didorong adalah percepatan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju Compressed Natural Gas (CNG). Program ini menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi energi nasional karena memanfaatkan sumber daya gas domestik yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.         Pemanfaatan CNG memiliki nilai strategis yang besar bagi Indonesia. Selain mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, penggunaan gas domestik juga dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat ketahanan pasokan nasional. Diversifikasi gas tidak hanya berfungsi sebagai alternatif energi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ketika pasar energi global mengalami gejolak.