Kata Papua

Sejumlah Pihak Apresiasi Kolaborasi BIN dan TNI/Polri Sukseskan WWF 2024 di Bali - Kata Papua

Sejumlah Pihak Apresiasi Kolaborasi BIN dan TNI/Polri Sukseskan WWF 2024 di Bali

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sejumlah Pihak Apresiasi Kolaborasi BIN dan TNI/Polri Sukseskan WWF 2024 di Bali

Bali – Stabilitas kondisi keamanan selama gelaran World Water Forum atau WWF ke -10 yang terus terjaga mendapat apresiasi dari banyak pihak. Kesuksesan tersebut mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak sebagai wujud kolaborasi Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI/Polri yang optimal menjalankan tugasnya.

Tidak dapat dipungkiri, keterlibatan BIN dalam berbagai event berskala global di Indonesia memang telah teruji. Sejumlah acara tersebut diantaranya adalah KTT G20, KTT ASEAN, hingga KTT AIS yang digelar pada tahun lalu.

Analis Intelijen Pertahanan dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro menilai salah satu kunci dari kesuksesan pengamanan tersebut antara lain terletak pada soliditas antar institusi dalam mencegah berbagai gangguan keamanan.

Sebab, sinergitas antar lembaga itu dapat menjadi untuk tombak pengamanan kegiatan Forum Air Sedunia yang dilaksanakan di Bali sejak 18-25 Mei 2024.

“Soliditas dan sinergisitas TNI-Polri untuk kesekian kalinya telah menunjukkan kekuatannya dalam cipta kondisi,” kata

Ia menambahkan kolaborasi tersebut telah meningkatkan semangat saling mengisi dan harmoni berbagai instansi keamanan.

“Semua kesuksesan penyelenggaraan kegiatan internasional maupun program pemerintah dibangun atas cipta kondisi oleh TNI-Polri ini,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, I Nyoman Budiana memuji sinergitas yang telah dilaksanakan berbagai institusi keamanan dalam mengamankan pelaksanaan WWF ke-10

“Semua jajaran aparat keamanan, baik dari TNI, Polri, BNPT, intelijen, dan aparatur pemerintah daerah telah bersatu padu untuk mengatasi permasalahan keamanan di Bali,” terang Nyoman.

Ia menilai kolaborasi tersebut telah mampu menjaga stabilitas keamanan di Bali, utamanya kelancaran WWF.

Untuk diketahui, Forum WWF ke-10 di Bali sukses menghasilkan beberapa kesepakatan tingkat menteri. Kemudian, 113 proyek terkait air senilai USD 9,4 M dan empat komitmen keadilan air oleh parlemen 49 negara.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.