Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua
Oleh : Yohanes Wandikbo
Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan.
Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri.
Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.
Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua.
Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama.
Di sisi lain, dukungan terhadap terciptanya situasi yang aman juga datang dari berbagai elemen masyarakat Papua. Kesadaran bahwa pembangunan membutuhkan stabilitas semakin menguat seiring hadirnya berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang semakin baik, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta terbukanya peluang ekonomi baru menjadi bukti bahwa pembangunan terus bergerak ke arah yang positif.
Pandangan tersebut juga disampaikan Tokoh Pemuda Papua Alenjro E.F. Tukayo yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan intelektual, untuk mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Papua.
Lebih lanjut, Alenjro E.F. Tukayo menilai bahwa Papua memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor-sektor unggulan seperti ekowisata, ekonomi kreatif, serta pengembangan usaha mikro dan menengah. Potensi tersebut akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh situasi keamanan yang stabil dan iklim sosial yang kondusif. Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sinergitas seluruh komponen bangsa menjadi faktor utama dalam menjaga Papua tetap aman dan damai. Tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan Papua ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak untuk menjaga persatuan dan stabilitas. Ruang dialog harus terus diperkuat sebagai sarana menyelesaikan berbagai persoalan secara konstruktif dan bermartabat.
Papua memiliki modal sosial yang kuat berupa semangat kebersamaan, toleransi, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut harus terus menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Dengan mengedepankan persaudaraan dan menolak segala bentuk tindakan anarkis, masyarakat Papua menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi sekaligus komitmen untuk menjaga keamanan daerah.
Pada akhirnya, pembangunan dan kesejahteraan tidak akan tercapai tanpa adanya stabilitas yang terjaga. Oleh karena itu, sinergitas bersama dalam menolak demo anarkis merupakan langkah penting untuk memastikan Papua tetap menjadi Tanah Damai yang aman, harmonis, maju, dan sejahtera. Dengan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Papua akan semakin mampu mewujudkan berbagai peluang pembangunan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua







