Kata Papua

Tokoh Masyarakat Apresiasi 100 Hari Pemerintah Berantas Narkoba - Kata Papua

Tokoh Masyarakat Apresiasi 100 Hari Pemerintah Berantas Narkoba

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tokoh Masyarakat Apresiasi 100 Hari Pemerintah Berantas Narkoba

JAKARTA — Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat apresiasi luas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, terutama dalam upaya memberantas peredaran narkoba.

Langkah tegas yang diambil aparat keamanan dinilai berhasil menekan penyebaran narkoba yang selama ini menjadi akar dari berbagai tindak kejahatan.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rajamin Sirait, mengungkapkan dukungannya terhadap tindakan tegas yang dilakukan Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, dalam memerangi narkoba dan kriminalitas di wilayah tersebut.

Menurutnya, narkoba merupakan faktor utama yang memicu berbagai bentuk kejahatan.

“Keberadaan narkoba adalah bahan bakar yang menggerakkan mesin kejahatan,” tegas Rajamin

Ia menilai, selama peredaran narkoba masih ada, tindakan kriminal seperti pencurian, pemerasan, dan kekerasan akan terus terjadi.

Meskipun tantangan dalam memberantas narkoba begitu besar, Rajamin tetap mengapresiasi kinerja kepolisian yang terus berjuang melawan jaringan narkoba.

“Banyak orang hanya melihat dampak dari penindakan polisi, tetapi tidak melihat bahwa ini adalah pertempuran tanpa akhir. Selama ada pasar untuk narkoba, kejahatan akan terus ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Garda Milenial Indonesia, Cici Nurain Pandey, menilai kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah punya komitmen yang kuat untuk melindungi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba,” katanya.

“Untuk itu, saya sepenuhnya mengapresiasi program-program yang telah diambil saat ini,” ujar Cici.

Ia juga mengapresiasi edukasi dan pengawasan yang semakin diperkuat, serta keberhasilan pemerintah dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di sejumlah wilayah.

“Kebijakan dari pemerintah menjadi pendorong kesadaran kolektif di kalangan pemuda untuk menjauhi narkoba,” lanjutnya.

Komitmen tegas juga disampaikan Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, yang menegaskan bahwa pemberantasan narkoba telah menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Prabowo.

“Pemberantasan narkoba, mulai dari pencegahan hingga penindakan hukum, sudah menjadi tugas kita semua,” ujarnya.

“Pemerintah memiliki komitmen yang kuat, khususnya melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, untuk memberantas narkoba,” ujar Wahyu

Dengan langkah tegas pemerintah dan aparat keamanan, serta dukungan penuh masyarakat, upaya memberantas narkoba diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kejahatan di masa mendatang.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.