Kata Papua

Abar Sentani, Kelompok Masyarakat yang Melestarikan Sagu Sebagai Pangan Lokal, Tampak Sedap! - Kata Papua

Abar Sentani, Kelompok Masyarakat yang Melestarikan Sagu Sebagai Pangan Lokal, Tampak Sedap!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sagu masih menjadi jantung kehidupan masyarakat Papua.

Salah satunya oleh masyarakat Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura, Papua.

Kampung yang berpenduduk 198 orang itu memiliki kearifan lokal dalam bentuk membagi tugas mengolah sagu.

Naftali Felle (60) sebagai Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar menjelaskan proses pengolahan sagu di kampungnya itu.

“Untuk memperoleh tepung Sagu, bukanlah suatu hal yang mudah, sebab dibutuhkan waktu, tenaga ekstra dan juga memerlukan alat yang khusus pula,” katanya.

Naftali menjelaskan, proses awalnya dimulai dengan pemilihan pohon Sagu, yang usianya sudah siap, untuk dipanen.

“Biasanya usia pohon yang siap untuk dipanen, yakni telah berumur 15 tahun,” tandasnya.

Setelah sagu dipilih, berikutnya melakukan pembersihan tanaman atau batang pohon sagu.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Dari Riset Kampus ke Ladang Rakyat: Hilirisasi Pertanian yang Konkret 

Dari Riset Kampus ke Ladang Rakyat: Hilirisasi Pertanian yang Konkret Oleh: Yusuf Rinaldi Indonesia memasuki fase baru dalam pembangunan sektor pertanian dengan mengedepankan hilirisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat daya saing nasional. Setelah berhasil mencatat berbagai capaian dalam peningkatan produksi pangan, pemerintah kini mengarahkan fokus pembangunan menuju penguatan industri berbasis hasil pertanian agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya petani.                           Keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan agenda hilirisasi. Berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, cabai, bawang merah, gula konsumsi, minyak goreng, daging ayam, dan telur menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan. Tingginya cadangan beras pemerintah turut mencerminkan semakin kokohnya fondasi ketahanan pangan nasional sebagai hasil sinergi antara pemerintah, petani, perguruan tinggi, aparat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.