Kata Papua

Dukung Penangkapan Teroris Jelang Nataru - Kata Papua

Dukung Penangkapan Teroris Jelang Nataru

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Dukung Penangkapan Teroris Jelang Nataru


Oleh : Lukman Keenan Adar 


Masyarakat mendukung penuh penangkapan teroris karena suasana akan lebih aman. Dengan penangkapan para anggota teroris maka diharapkan Nataru akan berjalan tanpa teror, baik di rumah ibadah atau tempat lain.


Nataru disambut dengan suka cita karena anak-anak libur semester dan mereka bisa traveling atau sekadar bermain-main di taman.

Umat juga gembira karena menyambut Natal, mereka akan beribadah lalu berkumpul bersama keluarga, kemudian makan bersama dan tukar kado. Akhir tahun akan semakin indah karena pandemi juga mulai mereda dan PPKM dilonggarkan.


Namun suasana kekeluargaan ini bisa buyar ketika ada ancaman dari kelompok teroris. Jika melihat ke tahun-tahun sebelumnya, Nataru pernah menjadi bencana karena pengeboman dan ancaman kekerasan di tempat ibadah.

Oleh karena itu pemerintah dan aparat keamanan berusaha keras menciptakan suasana kondusif. Salah satunya dengan penangkapan teroris.

Tanggal 16 Desember 2022 terjadi penangkapan teroris di sebuah bengkel mobil di Tebing Tinggi. Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 antiteror Kombes Aswin Siregar menyatakan bahwa teroris tersebut berinisial IS dan merupakan warga Kabupaten Sergai, Tebing Tinggi. Setelah penangkapan, rumahnya digeledah dan ditemukan sejumlah bukti.

Teroris ditangkap karena untuk mencegah ancaman dari kelompok radikal dan teroris. Oleh karena itu dilakukan tindakan pencegahan dengan penangkapan anggota teroris.

Jika 1 saja tertangkap maka ia bisa jadi informan pada aparat yang mengintrogasi. Nataru dan event lain aman tanpa gangguan dari para teroris. Jangan sampai umat jadi takut untuk beribadah dan merayakan Natal gara-gara ancaman bom.

Saat Nataru memang sensitif dan jangan sampai isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) mengakibatkan pengeboman dan penyerangan serta membuat akhir tahun menjadi duka. Oleh karena itu masyarakat mendukung penuh tindakan pencegahan teror dengan penangkapan teroris. Densus 88 bekerja dengan baik demi keselamatan masyarakat.

Apresiasi juga patut diberikan kepada Densus 88 antiteror karena bergerak cepat dalam menangkap anggota teroris. Pasalnya, jika dibiarkan saja, mereka akan berbahaya karena bisa bebas melakukan teror, terutama saat Nataru. Umat harus diberi rasa aman saat akan beribadah, sehingga tidak boleh ada yang mengancam atau melakukan pengeboman di tempat sakral seperti rumah ibadah.

Selain di Tebing Tinggi, penangkapan teroris juga terjadi di Kalimantan Tengah. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa ketiga teroris berinisial A, Z, dan M. Berdasarkan hasil penyelidikan, ketiga teroris sudah berencana melakukan peyerangan dan pengeboman.

Kombes Pol Ahmad Ramadhan menambahkan, Densus 88 antiteror secara terus-menerus menangkap para teroris dalam rangka mengantisipasi ancaman teror. Selama ini, penangkapan tak hanya dilakukan jelang Nataru, untuk menjaga keamanan masyarakat.

Setelah tertangkap anggota teroris bisa terancam hukuman mulai 5 tahun penjara, bahkan seumur hidup. Hukuman ini dirasa setimpal karena mereka mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Jangan sampai negeri ini hancur gara-gara teroris yang melakukan aksinya, baik saat Nataru maupun saat momen lain.

Masyarakat mengapresiasi penangkapan para teroris karena mereka bisa merayakan Natal dengan tenang, tanpa takut ancaman pengeboman. Mereka juga bisa liburan akhir tahun tanpa khawatir ada penyerangan di tempat umum. Aparat berusaha keras agar masyarakat aman saat Nataru.

Jika ada anggota teroris yang ditangkap oleh Densus 88 antiteror maka diharap anggota teroris lain yang belum tercokok akan ciut dan membatalkan aksinya untuk meneror umat dan masyarakat umum saat Nataru. Mereka takut juga akan dicekal oleh Densus, lalu membiarkan Nataru begitu saja.

Anggota teroris lain juga akan berpikir 2 kali untuk menampakkan diri, pasalnya saat ini razia dan operasi lilin makin ketat. Polisi dan Densus 88 tidak ingin kecolongan. Oleh karena itu pengamanan akan makin intensif jelang Nataru.

Penangkapan anggota teroris adalah bukti bahwa Densus 88 dan aparat keamanan serius dalam melakukan pengamanan jelang Nataru. Umat wajib dilindungi haknya untuk beribadah dan merayakan hari raya. Tidak boleh ada ancaman atau pengeboman yang bisa merusak kesyahduan Nataru.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia Oleh: Rina Oktavia Ketahanan energi menjadi salah satu faktor penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, dan gangguan rantai pasok internasional, Indonesia dituntut untuk memperkuat fondasi energi nasional agar tidak terlalu bergantung pada impor. Dalam konteks tersebut, diversifikasi energi berbasis gas muncul sebagai strategi besar yang mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.         Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto bergerak cepat merespons dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional. Presiden memberikan arahan untuk mempercepat pengembangan sumber energi alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Langkah ini menunjukkan bahwa sektor energi ditempatkan sebagai prioritas strategis dalam pembangunan nasional.         Diversifikasi energi menjadi kebutuhan mendesak mengingat ketergantungan terhadap satu jenis energi dapat menimbulkan risiko besar ketika terjadi gejolak global. Indonesia selama ini masih menghadapi tantangan tingginya impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan domestik. Oleh karena itu, pengembangan dan pemanfaatan gas bumi nasional menjadi solusi yang semakin relevan dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.         Pemerintah telah menetapkan sejumlah agenda prioritas di sektor energi. Salah satu langkah utama yang didorong adalah percepatan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju Compressed Natural Gas (CNG). Program ini menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi energi nasional karena memanfaatkan sumber daya gas domestik yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.         Pemanfaatan CNG memiliki nilai strategis yang besar bagi Indonesia. Selain mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, penggunaan gas domestik juga dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat ketahanan pasokan nasional. Diversifikasi gas tidak hanya berfungsi sebagai alternatif energi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ketika pasar energi global mengalami gejolak.