Kesehatan Berkualitas Diperluas lewat Aktifnya Program CKG di Segala Usia
Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan masyarakat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini telah menjangkau berbagai kelompok usia di seluruh Indonesia. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa hingga Mei 2026 sebanyak 100 juta penduduk Indonesia telah mengikuti program CKG.
“Total sudah 100 juta penduduk Indonesia mendapatkan CKG,” ujar Qodari.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 program tersebut telah melayani lebih dari 70 juta peserta. Sementara pada awal 2026 hingga Mei, jumlah penerima manfaat bertambah lebih dari 30 juta jiwa. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses dan merata.
Program CKG saat ini dilaksanakan di lebih dari 10.000 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pemerintah menilai perluasan jangkauan layanan menjadi langkah penting mengingat jumlah penerima manfaat saat ini masih sekitar sepertiga dari total penduduk Indonesia yang mendekati 290 juta jiwa.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan dan memperluas pelaksanaan program agar layanan pemeriksaan kesehatan dasar dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok rentan dan masyarakat di daerah terpencil.
Dalam sektor pendidikan, CKG juga diterapkan di sekolah-sekolah guna memastikan setiap anak memperoleh akses pemeriksaan kesehatan dasar secara merata. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung kualitas pembelajaran sekaligus menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.
“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan,” jelas Qodari.
Dari hasil pelaksanaan sebelumnya, pemerintah menemukan sejumlah persoalan kesehatan anak yang selama ini sering tidak terdeteksi sejak dini, seperti rendahnya kebugaran fisik, gangguan kesehatan gigi, hingga anemia. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses belajar dan perkembangan anak apabila tidak segera ditangani.
Program CKG juga diarahkan untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan dasar. Pemerintah menilai pemerataan akses kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembangunan nasional.
“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa, tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” tegas Qodari.
Dengan perluasan layanan yang terus dilakukan, Program CKG menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat langkah Indonesia dalam menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia maju.







