Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan
Jayapura – Kalangan mahasiswa di Papua terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas daerah dengan mengedepankan dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi. Pendekatan yang konstruktif dinilai mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menciptakan situasi yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan di berbagai wilayah Papua.
Di tengah pelaksanaan berbagai program pembangunan, mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan gagasan, inovasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Penyampaian aspirasi melalui dialog dinilai lebih efektif dalam membangun kesepahaman antara masyarakat dan pemerintah sehingga iklim keamanan tetap terjaga.
Tokoh Pemuda Papua Pegunungan, Charles Kossay, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, suasana aman dan damai merupakan modal utama dalam mendukung percepatan pembangunan di Tanah Papua.
“Saya meminta kepada semua pihak agar bisa bersama-sama mendukung pemerintah dalam membangun Tanah Papua, jangan terpecah belah karena isu yang sengaja dilempar untuk membuat kita saling marah bahkan bisa saling serang sehingga pada akhirnya kita yang dirugikan,” tegas Charles Kossay.
Charles juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mengisi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan saya kepada teman-teman pemuda di Tanah Papua agar bisa mengisi pembangunan ini, jangan jadi penonton. Tapi mari kita berkarya, ikut berkontribusi dalam kemajuan bersama untuk kita,” tambah Charles Kossay.
Dukungan terhadap pembangunan juga disampaikan Kepala Suku di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Derinus Tabuni, saat menggelar sosialisasi mengenai penguatan Proyek Strategis Nasional kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang menjangkau hingga wilayah pedalaman membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Pembangunan merupakan kebutuhan bersama yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Derinus Tabuni.
Senada dengan itu, Kepala Suku Dani Distrik Tingginambut, Papua Tengah, Tenius Kogoya, menilai pembangunan yang merata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di Papua.
“Pembangunan yang merata akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan, serta memperkokoh integrasi nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Tenius Kogoya.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Papua, Alenjro Tukayo, menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai pelopor budaya dialog dan kolaborasi dalam menjaga suasana yang kondusif. Menurutnya, pembangunan perlu dipahami secara menyeluruh karena tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat Papua.
“Pembangunan yang dilakukan pemerintah harus dipandang secara komprehensif. Tidak hanya terkait pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengembangan sektor-sektor ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Alenjro Tukayo.
Alenjro menambahkan bahwa stabilitas keamanan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, diharapkan terus mengedepankan dialog, memperkuat persatuan, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif demi terwujudnya Papua yang semakin maju dan sejahtera.
“Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat stabilitas kamtibmas, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Papua membutuhkan suasana yang aman, damai, dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tutup Alenjro Tukayo. (*)






