Kata Papua

Pemerintah Pastikan Akses Internet Jangkau Pelajar Sekolah Rakyat - Kata Papua

Pemerintah Pastikan Akses Internet Jangkau Pelajar Sekolah Rakyat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Pastikan Akses Internet Jangkau Pelajar Sekolah Rakyat

Jawa Timur – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pemerataan akses internet hingga menjangkau pelajar di Sekolah Rakyat (SR). Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, memperoleh akses terhadap teknologi digital sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan.

 

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada pemerataan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

 

Direktur Ekosistem Media (Ekomed) Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur internet di Sekolah Rakyat menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, akses internet bukan hanya pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar dalam mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi di era digital saat ini.

 

“Untuk sekolah rakyat sendiri juga menjadi concern, ketika semua infrastruktur jaringan internet sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita ingin memastikan sekolah rakyat yang merupakan program prioritas Pak Presiden ini pun, juga bisa terakses dengan internet,” ujar Farida saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur.

 

Sejak diresmikan secara serentak pada Januari 2026, Kemkomdigi telah melakukan berbagai langkah konkret untuk memastikan kesiapan layanan digital di seluruh Sekolah Rakyat. Pembangunan dan penguatan jaringan internet menjadi salah satu fokus utama, agar para pelajar dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran digital secara optimal. Hal ini dinilai penting, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

 

Farida mengungkapkan bahwa implementasi akses internet di SRT 7 Probolinggo telah menunjukkan hasil yang positif. Para siswa tidak hanya memanfaatkan internet untuk mencari informasi, tetapi juga mulai mengembangkan keterampilan digital yang lebih kompleks.

 

“Kita sudah lihat tadi anak-anak sudah belajar menggunakan satu anak, satu laptop sudah terhubung dengan internet. Dan tadi juga sudah kita lihat mereka belajar membuat program atau game, ketika membuat game itu kan butuh akses internet,” jelasnya.

 

Pemerintah berharap pemerataan akses internet di Sekolah Rakyat dapat terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, seluruh pelajar, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas berbasis digital.

 

Langkah ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital yang semakin berkembang pesat.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.