Kata Papua

Warga Kini Bisa CKG Kapanpun demi Perluas Kesehatan Berkualitas - Kata Papua

Warga Kini Bisa CKG Kapanpun demi Perluas Kesehatan Berkualitas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Warga Kini Bisa CKG Kapanpun demi Perluas Kesehatan Berkualitas

Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah dan rutin. Program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyebut program CKG bakal memberi dampak besar bagi kesehatan masyarakat, termasuk dalam menekan pembiayaan kesehatan nasional di masa mendatang.

“Kalau ini bisa diatasi masalah-masalah penting seperti ini, pembiayaan kesehatan 5 sampai 10 tahun lagi akan berasa klaim BPJS akan semakin rendah karena masyarakatnya lebih sehat,” kata Dante

Menurut Dante, melalui CKG masyarakat dapat mengetahui lebih awal faktor risiko penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes sehingga bisa segera ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum berkembang menjadi komplikasi berat.

 

“Lebih baik diobati di Puskesmas untuk yang kolesterolnya tinggi, untuk yang tensinya tinggi, untuk yang gulanya tinggi, daripada mereka sudah harus kena komplikasi akhirnya harus cuci darah, harus kena stroke, kena jantung,” ujarnya.

 

Ia menilai manfaat program ini akan semakin terlihat dalam beberapa tahun mendatang dengan menurunnya angka penyakit tidak menular di Indonesia.

 

“Mungkin kita belum bisa melihat manfaatnya CKG secepat sekarang, tapi teman-teman akan lihat 5-10 tahun lagi angka penyakit jantung akan turun, stroke akan turun, kemudian diabetes akan turun, gagal ginjal akan turun,” ucapnya.

 

Selain memperkuat pemeriksaan kesehatan rutin, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan distribusi alat rontgen ke seluruh puskesmas guna mendukung deteksi tuberkulosis (TBC).

 

“Nanti kita akan bagi rontgen ke seluruh Puskesmas, supaya Puskesmas bisa ngerontgen dan ketahuan kalau ada TBC-nya apa nggak di CKG,” ujar Dante.

 

Untuk memperluas jangkauan layanan, Kemenkes juga menggandeng perusahaan ojek online. Dante menyebut pekan depan sebanyak 1.000 pengemudi Gojek di Bandung akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui program CKG.

 

Sebagai bentuk perluasan jangkauan layanan, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan transportasi daring. Pekan depan, sebanyak 1.000 pengemudi ojek online di Bandung dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui kerja sama Kementerian Kesehatan dengan GoTo dan Gojek.

 

“Minggu depan saya mau ke sini lagi, cek ke Bandung lagi. Saya kerja sama dengan GoTo, Gojek. Seribu pengendara Gojek akan kita cek kesehatan gratis di Bandung,” ujar Dante.

 

Pemerintah berharap perluasan akses CKG dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan semakin mudahnya akses layanan kesehatan berkualitas, masyarakat diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga tercipta generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan tangguh di masa depan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.