Kata Papua

Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global - Kata Papua

Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global

Bali – Indonesia kembali menjadi tuan rumah bagi acara besar yang bertujuan untuk mengangkat isu krusial seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi di seluruh dunia. Melalui penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024, Indonesia merangkul para pemimpin, ahli, dan pemangku kepentingan untuk berkumpul dan mengambil langkah nyata menuju solusi yang berkelanjutan.

Delegasi dari berbagai negara menjalin kemitraan, berbagi pengetahuan, dan merancang strategi bersama untuk mengatasi tantangan air di masa depan. Dengan fokus pada inklusivitas dan keberlanjutan, forum ini mempromosikan kolaborasi lintas sektor dan lintas batas sebagai kunci untuk mencapai tujuan bersama: air bersih dan sanitasi bagi semua.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada tantangan serius terkait akses air bersih dan sanitasi yang layak, terutama di wilayah pedesaan dan permukiman informal di perkotaan.

“Dengan fokus yang semakin meningkat pada pada swasembada pangan, energi dan air, peningkatan infrastruktur air dan sanitasi rumah tangga menjadi perhatian utama baik bagi pemerintah maupun pihak swasta agar arah kebijakan saat ini menjadikan air sebagai energi bersih serta energi terbarukan pada tahun 2024,” kata Bobby di Bali.

Oleh karena itu sinergitas antara negara dalam konteks bilateral dan multilateral menjadi penting dan krusial untuk membahas tantangan dalam air bersih dan sanitasi.

Michael Wilton, CEO & Managing Director MMI Asia Ltd juga menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah langkah penting untuk hadapi tantangan air baik di Indonesia maupun secara global.

“Dengan kolaborasi ini kita dapat menyatukan pemimpin global, pakar, dan praktisi untuk berbagi praktik terbaik dalam manajemen air dan sanitasi. Adanya Langkah-langkah kebijakan yang mendukung, kerangka regulasi yang jelas, dapat membuka pintu bagi investasi yang lebih besar dalam pengembangan proyek-proyek infrastruktur air dan sanitasi,” ujar Michael.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian PUPR yang terbaru 2024 sekitar 10% sebagian besar penduduk Indonesia itu kekurangan akses terhadap air bersih. Adapun sekitar 20% sebagian besar penduduk tidak memiliki akses sanitasi yang layak.

World Water Forum bukan hanya tentang menyoroti masalah, tetapi juga menggali solusi melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas batas. Keterlibatan pemerintah, swasta, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat sipil menjadi kunci. Inovasi teknologi, kebijakan yang berbasis bukti, dan investasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mencapai tujuan bersama untuk air bersih serta sanitasi bagi masyarakat didunia. []

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.